:

Festival Macopat 2026 Digelar, Pemkab Sumenep Perkuat Pelestarian Warisan Budaya Leluhur

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png


SUMENEP I MaduraNetwork.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah melalui penyelenggaraan Festival Macopat Kabupaten Sumenep Tahun 2026. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat, terutama generasi muda, agar semakin mengenal dan mencintai seni tradisi lokal.

 

Mewakili Bupati Sumenep, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Politik, Hizbul Wathan, mengatakan seni Macopat merupakan salah satu warisan budaya adiluhung yang memiliki nilai historis, moral, dan spiritual sehingga harus terus dijaga keberlangsungannya.

 

"Kabupaten Sumenep sangat kaya akan warisan tradisi, seni, dan budaya. Salah satu warisan adiluhung yang wajib kita jaga bersama adalah seni Macopat," ujar Hizbul Wathan saat membuka Festival Macopat Kabupaten Sumenep Tahun 2026, Jumat (24/7/2026).

 

Menurutnya, Macopat bukan sekadar seni pertunjukan atau hiburan semata. Di balik setiap bait tembang yang dilantunkan, terkandung pesan-pesan kehidupan yang sarat akan nilai etika, budi pekerti, spiritualitas, hingga falsafah hidup masyarakat Madura yang diwariskan secara turun-temurun.

 

"Macopat bukan sekadar tontonan atau hiburan semata. Di dalam setiap bait tembang Macopat terkandung tuntunan hidup, nilai moral, spiritual, serta falsafah hidup masyarakat Sumenep yang sangat mendalam," katanya.

 

Hizbul Wathan menjelaskan, penyelenggaraan Festival Macopat memiliki tiga tujuan utama. Pertama, mempererat silaturahmi antarpelestari seni Macopat lintas generasi. Kedua, meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga seni tradisional. Ketiga, memperkuat identitas Kabupaten Sumenep sebagai daerah yang mampu berkembang tanpa meninggalkan akar budaya.

 

Menurutnya, kemajuan pembangunan harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi jati diri masyarakat.

 

"Festival Macopat Tahun 2026 menjadi ajang silaturahmi, edukasi publik, dan penguatan identitas bahwa Sumenep adalah daerah yang maju, namun tetap memegang teguh akar tradisi dan budayanya," ujarnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan festival, mulai dari para seniman, budayawan, pelajar, panitia pelaksana, hingga masyarakat yang selama ini terus menjaga eksistensi seni Macopat.

 

"Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam Festival Macopat ini, baik pengisi acara, penampil seni Macopat, para siswa, maupun panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini," tutur Hizbul Wathan.

 

Ia berharap Festival Macopat tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi mampu melahirkan regenerasi pelaku seni tradisional sehingga Macopat tetap hidup dan berkembang di tengah derasnya arus modernisasi.

 

Mengakhiri sambutan Bupati Sumenep, Hizbul Wathan secara resmi membuka Festival Macopat Kabupaten Sumenep Tahun 2026.

 

"Dengan memohon rida Allah SWT dan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Festival Macopat Kabupaten Sumenep Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka. Mari kita gaungkan kembali tembang-tembang maknawi di Bumi Sumenep tercinta," ucapnya.

 

Melalui festival ini, Pemkab Sumenep berharap seni Macopat tidak hanya tetap lestari sebagai warisan budaya leluhur, tetapi juga semakin dikenal oleh generasi muda sebagai bagian penting dari identitas dan kebanggaan masyarakat Sumenep.

 

 

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *